BRS Peduli Salurkan Infak Kemanusiaan Palestina melalui Komnas Palestina, Perkuat Kepedulian Lewat Talkshow
Yogyakarta, 11 Oktober 2026 — Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kemanusiaan yang dialami masyarakat Palestina, BRS Peduli menyalurkan infak kemanusiaan Palestina melalui Komnas Palestina Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen BRS Peduli dalam menghimpun dan menyalurkan amanah kebaikan masyarakat untuk membantu saudara-saudara yang membutuhkan.
Penyaluran infak ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan dukungan kemanusiaan bagi rakyat Palestina. Melalui kontribusi para donatur, BRS Peduli berharap bantuan yang disalurkan dapat menjadi bagian dari upaya meringankan beban masyarakat Palestina yang terdampak krisis kemanusiaan.
Kegiatan ini menjadi salah satu dari rangkaian acara talkshow tentang Konflik dan Genocida yang terjadi dengan mengangkat tema:
Masa Depan Palestina: Dialektika Sejarah dan Realitas Politik Kontemporer.
Pemaparan materi disampaikan Oleh Deden anjar Herdiansyah, M. Hum (Dai dan Penulis buku) dan Hasbi Aswar, Ph.D (Dosen Hubungan Internasional, Universitas Islam Indonesia). Serta sebagai Moderator Fathan Darmawan (Mahasiswa UIN dan Kabid Sosmas KAMMI daerah Kota Yogyakarta).
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Markaz Al-Islah Jl. Ki Penjawi No 07 Rejowinangun Yogyakarta tersebut, menjadi ruang untuk memperluas wawasan, membangun kesadaran kemanusiaan, serta mengajak masyarakat agar tidak berhenti menunjukkan solidaritas kepada Palestina. Kepedulian tidak hanya diwujudkan melalui bantuan materi, tetapi juga melalui doa, penyebaran informasi yang bertanggung jawab, dan partisipasi dalam aksi-aksi kemanusiaan.
BRS Peduli menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur dan pihak yang telah mengambil bagian dalam penghimpunan infak Palestina. Kepercayaan dan dukungan yang diberikan merupakan amanah yang perlu dijaga serta dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya.
Melalui kegiatan ini, BRS Peduli berharap semangat solidaritas terhadap Palestina terus tumbuh di tengah masyarakat. Sinergi antara lembaga, mitra kemanusiaan, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat gerakan kepedulian yang berkelanjutan.
